Wednesday, March 24, 2010

Keindahan Lahir dan Batin

Kata indah atau keindahan ada kalanya digunakan bila seseorang melihat sesuatu. Misalnya, lukisan karya seniman terkenal dan legendaris. Setelah beberapa lama menatap, mungkin akan muncul ucapan, “Ah, lukisan yang indah.” Namun, kadang juga muncul bila seseorang mendengar alunan musik. Mungkin karena suara sang biduan, hentakan iramanya, melodinya, atau komponen-komponen lainnya. Dari dua contoh tadi mengisyaratkan bahwa keindahan berasal dari persepsi seseorang. Kalau begitu, keindahan memang bersifat relatif dan tiap orang bisa punya penilaian yang berbeda.


Lalu, apakah keindahan hanya bisa ditangkap melalui mata dan telinga saja? Sepertinya kurang tepat dan mungkin tergolong diskriminatif kalau diartikan hanya berasal dari dua sumber saja. Keindahan semestinya bisa ditangkap oleh semua sensor panca indera kita. Bisa dari salah satu saja, dua, tiga, atau semuanya. Bagi orang-orang yang beragama umumnya percaya bahwa manusia adalah makhluk multidimensi. Karena itu, keindahan seharusnya bisa melintas di segala dimensi keberadaan manusia. Mengingat orang Jawa menganut keselarasan dimensi, berarti ada juga prinsip keselarasan dalam keindahan.

Meskipun sudah ditangkap melalui sensor penginderaan, keindahan tak langsung muncul begitu saja. Di dimensi raga, mata hanya menangkap gambar-gambar, warna-warna, gerak-gerik, dll. Hidung hanya mencium aroma-aroma yang ada di sekitarnya. Pun telinga hanya mendengar bunyi-bunyi tanpa arti. Kulit sebagai indera peraba hanya bisa mendeteksi tekstur dan reaksi atas sensasi tertentu. Lidah juga sekadar mengecap apa yang menyentuh dirinya. Sampai di sini sebetulnya belum ada penilaian apapun. Di samping itu, persepsi atau daya tangkap sensor masing-masing individu bisa berbeda-beda.


Source : http://sitijenang.wordpress.com/2008/02/03/keindahan-butuh-kejelasan/


Keindahan lahir merupakan hiasan yang secara khusu diberikan Allah kepada sebgian rupa manusia dan sebagian lain tidak diberi-Nya. Hal ini termasuk tambahan penciptaan-Nya seperti firman sebagai berikut: “Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya ” (Fathir:1). Menurut para ulama, maksudnya adalah suara merdu dan rupa yang elok. keindahan lahir yang diberikan Allah perlu dijaga dari kesombongan. karena kadang manusia lupa akan hal ini, merasa hebat akan lahir yang diberi-Nya. Jadi, mengenakan pakaian dan terompah yang bagus tidak apa-apa selagi berniat hanya karena Allah. tandanya, jika merasa hebat, sok pamer terhadap orang lain maka dialah orang yang rugi karena kesombongannya sendiri, dalam kesehariaannya pun orang sekitarnya akan menjauh tidak mencintainya dan tidak nyaman.


Keindahan batin merupakan nikmat Allah yang paling agung diberi pada hamba-Nya. keindahan ini akan terpancar jika bertakwa kepada-Nya. menjaga keindahan ini akan menambah keindahan yang ada semakin bertambah indah. jika keindahan ini digunakan untuk mendurhakai-Nya maka apa yang ada di duni akan diubah, selagi ia masih di dunia. sehingga yang didapatkan sebelumnya akan menjadi kebalikannya, mejadi keburukan dan sesuatu yang menjijikan di hadapan manusia. karena keindahan batin dapat menutupi dan menghapus kekurangan lahir. sedangkan keburukan batin akan menghapus keindahan lahir dan menutupinya.

Source : http://vedmudz.wordpress.com/tag/makna-keindahan/

No comments:

Post a Comment