Monday, March 29, 2010

Fungsi Parameter dBase beserta Contoh

Fungsi-fungsi dBASE


Fungsi Integer berfungsi untuk membulatkan suatu bilangan
Sintaks :
INT (Ekspresi Numerik)
5
Contoh : .? int(7.9)
7
.X=7.5
7.5
.? int(-2.1)
-2
.? int(X+2)
9


Fungsi String berfungsi untuk mengubah numerik menjadi karakter.
Sintaks :
STR ( [] [desimal])
Contoh : .? str(15.49345)
15
.? str(15.500001)
16
Panjang : Panjang ekspresi numerik termasuk titik desimal
Desimal : Posisi desimal dalam ekspresi


Fungsi Substring berfungsi untuk mengambil beberapa karakter
Sintaks :
SUBSTR ( [] [number of chr])
Contoh : .store “NISSAN FAIRLADY Z” TO NAMA
.? substr(NAMA,8)
FAIRLADY Z
.? substr(“1853 4780 21245”,6,2)
47


Fungsi Val berfungsi untuk merubah karakter menjadi Numerik
Sintaks :
VAL (ekspresi karakter)
Contoh : .? val(“ABCD”)
0
.? val(“12.456”)
12.456
.? val(“123ABC”)
123


Fungsi Length berfungsi untuk menghitung panjang karakter
Sintaks :
LEN (ekspresi karakter)
Contoh : .? len(“XYZ”)
3
.? len(“1234567”)
7
6
.? len(“ABC DE”)
6


Fungsi Log berfungsi untuk menghitung logaritma natural
Sintaks :
LOG (ekspresi karakter)
Contoh : .? log(10)
2.30


Fungsi Round berfungsi untuk pembulatan numerik (sampai desimal angka)
Sintaks :
ROUND (ekspresi karakter, )
Contoh : .? round(1.234567,2)
1.23
.? round(1.237654,2)
1.24


Fungsi Space berfungsi untuk membuat karakter blank sebanyak ekspresi
numerik
Sintaks :
SPACE(ekspresi numerik)
Contoh : .? “Halo”+space(5)+”Bandung”
Halo Bandung
.Kosong=5
.? “Lambo”+space(Kosong)+”Gallardo”
Lambo Gallardo


Fungsi SQRT berfungsi untuk mencari akar dari suatu ekspresi numerik
Sintaks :
SQRT (ekspresi numerik)
Contoh : .? sqrt(16)
4
.store 100 to B
.? sqrt(B)
10


Fungsi Trim berfungsi untuk menghilangkan spasi yang terdapat di ujung
karakter
Sintaks :
TRIM(ekspresi karakter)
Contoh : .? trim(“Lancer “)
Lancer
.? trim(” lancer ”)
lancer
.? trim(“Nissan “)+”Skyline”
NissanSkyline

Wednesday, March 24, 2010

Harapan dan Kepercayaan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnyadengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.

Tanggung Jawab dan Pengabdian

tanggung jawab adalah sebuah amanat atau tugas dari seseorang yang dipercayakan buat kamu untuk menjaganya. maka dari itu kamu harus memegang teguh tanggung jawab yang diberikan kepada kamu. seandainya kamu bisa melakukannya dengan baik kamu akan dipandang sebagai orang yg berguna dalam kehidupan ini. jiga kamu gagal kamu akan memjadi orang yang dianggap kurang berguna dan bisa dipercaya bagi orang lain. maka dari itu kepercayaan lewat tanggung jawab yg diberikan harus kamu laksanakan dengan baik dan dipegang teguh .

Pengabdian adalah ketika kita memberikan lebih dari sekedar untuk kebutuhan kita sendiri dengan apa yang kita mampu tanpa bermaksud pamrih kecuali memberi manfaat untuk orang lain dan lingkungannya, agar mendapatkan ridha dari yang Maha Kuasa. Seseorang tidak merasa berjasa karenanya, dia juga tidak meminta pengakuan karenanya. Sesorang melakukannya dengan sukarela..Bukan berarti ia tidak berbuat untuk dirinya juga, namun ia berbuat lebih .

Pemberdayaan ini memerlukannya. Lihatlah ke masing-masing diri (termasuk saya ke diri saya sendiri ), apakah kita bekerja selama ini hanya untuk sendiri atau juga untuk orang lain dan lingkungan kita secara sukarela. Bukankah Yang terbaik dari Ummat ini adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, maka ketika misinya masih yang penting untuk diri sendiri (sementara kita wajibkan ada relawan di proyek ini ), bukankah sebaiknya kita mulai merefleksi diri dan berbuat lebih produktif.

Source : http://www.p2kp.org/forumdetil.asp?mid=33342&catid=4&

Kegelisahan dan ketidakpastian

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan,mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukan kepala memandang jauh kedepan sambil mengepal-ngepal tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya, duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicaran dan lain-lain.


Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikiran kacau.
Ketidak pastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah. Lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidak pastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidak pastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidak pastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubungan ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya.

Keadilan Sosial, Ideologi dan Kejujuran

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil". Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya
Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.

Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum.

Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila.

Source : id.wikipedia.org

Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.

Ideologi dan Pandangan Hidup

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik.

Ideologi berasal dari kata idea (Inggris), yang artinya gagasan, pengertian. Kata kerja Yunani oida = mengetahui, melihat dengan budi. Kata “logi” yang berasal dari bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan.

Jadi Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasangagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan ‘idea’ disamakan artinya dengan citacita.

Segala sesuatunya berhulu pada pandangan-hidup. Kita akan menganut prinsip-hidup yang bersesuaian dengannya, dan Kitapun akan menganut pola-pikir yang bersesuaian dengan prinsip-hidup Kita itu. Oleh karenanya berhati-hatilah di dalam mengadopsi sebentuk pandangan-hidup tertetu. Ia akan secara signifikan sangat menentukan jalan-hidup Anda secara keseluruhan. Apapun agama yang kita anut lantaran kelahiran, awalnya, kita mungkin belum punya sebentuk pandangan-hidup tertentu yang pasti. Kita masih menjalani hidup secara coba-coba, dengan meraba-raba. Di dalam menjalaninya selama ini, mungkin kita telah tabrak-sana-tabrak-sini, sampai dengan menemukan sebentuk pandangan-hidup yang ‘rasanya cocok’, sesuai dengan kondisi fisiko-mental kita. Namun, kita mesti selalu ingat kalau kendati sesuatu ‘rasanya cocok’, ia belum tentu juga baik buat kita. Apa yang kita perlukan untuk menjalani hidup ini bukanlah yang ‘rasanya cocok’ atau yang kita senangi, melainkan yang baik dan mendatangkan kebaikan buat kita dan orang lain; bahkan bila mungkin, ia juga bisa mendatangkan kebaikan buat sebanyak-banyaknya orang. Disinilah kita perlu amat berhati-hati.

Penderitaan dan Pengaruhnya

Penderitaan adalah sebuah keniscayaan, yang menimpa setiap mahluk hidup. Dengan demikian penderitaan menurut saya adalah sesautu yang harus diterima dan harus dinikmati sebagai sebuah konsekuensi hidup.
Kenikmatan, kebahagiaan tidak akan terasa tanpa pernah kita mengalami sebuah penderitaan.
persoalannya adalah bagaimana cara kita memandang dan memperlakukan penderitaan itu untuk kekuatan kita

Penyebab derita dapat dipandang dari berbagai sudut :

1. Orang menderita sebab harus menerima karmanya. Uraian ini berlandaskan pada ajaran agama atau hukum keseimbangan alam.
Pada umumnya hal ini dapat diterima oleh rata-rata manusia yang menganut agama.
Akan tetapi sebagian besar dari mereka ini juga menolak pandangan tersebut, jika mereka sendiri yang mengalami / menghadapi derita, sebab merasa diri sendiri sebagai orang yang tidak berdosa sekarat penderitaan itu.
2. Derita dialami oleh sebab firasat tidak tepat, tidak tajam sehingga mengambil langkah-langkah yang keliru. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kemurnian diri alias berdosa yang sedang harus mengalami perhitungannya.
Pandangan ini dinilai dengan suatu logika yang disusul dengan pedoman ajaran agama.
3. Derita bisa terundang oleh kurang mawas diri pada umumnya.
Hal ini bisa saja dalam hal ucapan / tindakan yang berasal dari pikiran yang tidak sempurna dipertimbangkan.
4. Pikiran tidak disempurnakan mungkin saja sebab nafsu / emosi.
5. Nafsu / emosi adalah hasil pengendalian dari kejiwaan / mental.
6. Nafsu / kejiwaan / mental bisa menganggu / mengurangi dewasa rasa sehingga hilang mawas diri.
7. Hilang mawas diri memperkecil / mengurangi kesadaran pada saat-saat tertentu, sehingga berbagai tingkat kedewasaan bisa kacau, tertutup atau "buta" pada saat-saat itu.

Alangkah baiknya jika diberi beberapa contoh sebagai berikut :
Seorang bisa keliru langkah / arah sebab dihinggapi oleh :
a. Gengsi tinggi
b. Tidak ingin ketinggalan sehingga berambisi / emosional / bernafsu.
c. Ikut campur tangan / berjuang mengejar sesuatu melebihi kemampuan dan kesanggupannya.
d. Akhirnya terlibat memikul akibat negatif.
e. Yang dicapai bukan kenikmatan tapi derita.
f. Gengsi / nafsu / mental / kejiwaan membutakannya sehingga lalai menggunakan dewasa otak / pikiran / rasa, tidak sabar mempertimbangkan alternatif yang bisa merugikan.

Pada uraian-uraian diatas dipandang derita-derita tercapai oleh kesalahan berpikir / melangkah.

Artinya lebih banyak dipandang dari sudut usaha / perjuangan / aktifitas ingin mencapai hasil tertentu.

Sebenarnya hal itu tidak terlepas dari firasat / feeling yang justru menentukan, menjadi pendorong menemui kegagalan atau keberhasilan.

Mari kita pandang tercapai / menghadapi derita dari arah lain.

Sesuai ajaran agama atau hukum keseimbangan alam :

Orang menderita sebab sudah saatnya menerima derita sebagai imbalan.

Dalam situasi dimana seseorang hanya berdiri / duduk / diam ditempat / berbaring / tidur, bisa saja tertimpa derita, sebab alam setempat turut aktif menciptakan derita bagi orang itu.

Misalnya pohon tumbang, cabang pohon / buah jatuh dan menimpa dirinya.

Dan masih banyak contoh-contoh lain yang dapat dikatakan "kebetulan".

Dalam hal demikian orang-orang cenderung berkata :
Tuhan yang mengambil tindakan, kutukan tuhan, putusan tuhan, kemauan tuhan.

Hal ini perlu pengupasan lebih jauh untuk menyadari bahwa dalam segala hal hukum keseimbangan alam (tuhan) yang menentukan dan bukan hanya dalam hal-hal yang disebutkan kebetulan.

Source : http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081012204724AAUPAIj

Keindahan Lahir dan Batin

Kata indah atau keindahan ada kalanya digunakan bila seseorang melihat sesuatu. Misalnya, lukisan karya seniman terkenal dan legendaris. Setelah beberapa lama menatap, mungkin akan muncul ucapan, “Ah, lukisan yang indah.” Namun, kadang juga muncul bila seseorang mendengar alunan musik. Mungkin karena suara sang biduan, hentakan iramanya, melodinya, atau komponen-komponen lainnya. Dari dua contoh tadi mengisyaratkan bahwa keindahan berasal dari persepsi seseorang. Kalau begitu, keindahan memang bersifat relatif dan tiap orang bisa punya penilaian yang berbeda.


Lalu, apakah keindahan hanya bisa ditangkap melalui mata dan telinga saja? Sepertinya kurang tepat dan mungkin tergolong diskriminatif kalau diartikan hanya berasal dari dua sumber saja. Keindahan semestinya bisa ditangkap oleh semua sensor panca indera kita. Bisa dari salah satu saja, dua, tiga, atau semuanya. Bagi orang-orang yang beragama umumnya percaya bahwa manusia adalah makhluk multidimensi. Karena itu, keindahan seharusnya bisa melintas di segala dimensi keberadaan manusia. Mengingat orang Jawa menganut keselarasan dimensi, berarti ada juga prinsip keselarasan dalam keindahan.

Meskipun sudah ditangkap melalui sensor penginderaan, keindahan tak langsung muncul begitu saja. Di dimensi raga, mata hanya menangkap gambar-gambar, warna-warna, gerak-gerik, dll. Hidung hanya mencium aroma-aroma yang ada di sekitarnya. Pun telinga hanya mendengar bunyi-bunyi tanpa arti. Kulit sebagai indera peraba hanya bisa mendeteksi tekstur dan reaksi atas sensasi tertentu. Lidah juga sekadar mengecap apa yang menyentuh dirinya. Sampai di sini sebetulnya belum ada penilaian apapun. Di samping itu, persepsi atau daya tangkap sensor masing-masing individu bisa berbeda-beda.


Source : http://sitijenang.wordpress.com/2008/02/03/keindahan-butuh-kejelasan/


Keindahan lahir merupakan hiasan yang secara khusu diberikan Allah kepada sebgian rupa manusia dan sebagian lain tidak diberi-Nya. Hal ini termasuk tambahan penciptaan-Nya seperti firman sebagai berikut: “Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya ” (Fathir:1). Menurut para ulama, maksudnya adalah suara merdu dan rupa yang elok. keindahan lahir yang diberikan Allah perlu dijaga dari kesombongan. karena kadang manusia lupa akan hal ini, merasa hebat akan lahir yang diberi-Nya. Jadi, mengenakan pakaian dan terompah yang bagus tidak apa-apa selagi berniat hanya karena Allah. tandanya, jika merasa hebat, sok pamer terhadap orang lain maka dialah orang yang rugi karena kesombongannya sendiri, dalam kesehariaannya pun orang sekitarnya akan menjauh tidak mencintainya dan tidak nyaman.


Keindahan batin merupakan nikmat Allah yang paling agung diberi pada hamba-Nya. keindahan ini akan terpancar jika bertakwa kepada-Nya. menjaga keindahan ini akan menambah keindahan yang ada semakin bertambah indah. jika keindahan ini digunakan untuk mendurhakai-Nya maka apa yang ada di duni akan diubah, selagi ia masih di dunia. sehingga yang didapatkan sebelumnya akan menjadi kebalikannya, mejadi keburukan dan sesuatu yang menjijikan di hadapan manusia. karena keindahan batin dapat menutupi dan menghapus kekurangan lahir. sedangkan keburukan batin akan menghapus keindahan lahir dan menutupinya.

Source : http://vedmudz.wordpress.com/tag/makna-keindahan/

Cinta dan Kasih Sayang

Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah erti menurut tanggapan, fahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeza. Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeza daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluahkan perasaan seperti berikut:

  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
  • Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme

Pengunaan perkataan cinta dalam masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih dipengaruhi perkataan love dalam bahasa Inggeris. Love digunakan dalam semua amalan dan erti untuk eros, philia, agape dan storge. Namun demikian perkataan-perkataan yang lebih sesuai masih ditemui dalam bahasa serantau dan dijelaskan seperti berikut:

Cinta yang lebih cenderung kepada romantis, asmara dan hawa nafsu, eros

Sayang yang lebih cenderung kepada teman-teman dan keluarga, philia

Kasih yang lebih cenderung kepada keluarga dan Tuhan, agape

Semangat nusa yang lebih cenderung kepada patriotisme, nasionalisme dan narsisme, storge

Source : id.wikipedia.org

Kasih sayang adalah satu sifat yang terpuji yang amat digalakkan bagi setiap individu Muslim yang mengamalkannya dalam kehidupan. Setiap insan mahu diri mereka disayangi. Oleh itu wujud sistem kekeluargaan dalam masyarakat yang berteraskan kasih sayang ini untuk kehidupan yang aman damai. Apabila sifat kasih sayang mula luntur ditambah pula sifat dendam dan kebencian, ianya akan menjanjikan kehancuran kepada sesuatu bangsa atau masyarakat.