Tradisi ekiben bermula di akhir 1800-an, sebagai jaringan kereta api tersebar di seluruh Jepang. stasiun lokal berkompetisi untuk menawarkan makanan khas daerahnya kepada penumpang. Penumpang menantikan rasa yang berbeda sebagai bagian utama dari perjalanannya. Awalnya, ekiben dijual oleh penjaja kepada penumpang yang berseru kepada mereka dari jendela kereta. Kemudian, karena jadwal kereta api yang singgah di stasiun tersebut tidak begitu lama menjadi tidakcukup waktu untuk membeli ekiben lokal, tapi tradisi terus berlanjut. Dan sekarang untuk penumpang yang tidak sempat membeli ekiben di stasiun, mereka dapat membeli ekiben tersebut di atas kereta. Tetapi hanya berlaku untuk kereta jarak jauh saja seperti Shinkansen.
Pusat perbelanjaan di kota besar kadang-kadang terus festival ekiben yang menampilkan khas ekiben dari seluruh Jepang. Pusat perbelanjaan di Tokyo mengadakan festival ekiben berkala, dan mereka sangat populer, menawarkan sebanyak 100 jenis ekiben yang berbeda dan menjual
Mereka datang berbagai Prefektur di Jepang dengan menu yang khas dari masing-masing prefektur dan bahan-bahan yang berbeda, terutama gaya makanan dasar - sebuah kotak sederhana dibagi menjadi beberapa bagian dengan isi yang berbeda di masing-masing tempat. Banyak wadah ekiben menyimpang dari model dasar. Beberapa macam dalam porsi mangkuk model tunggal pada tembikar lokal (tapi sekarang biasanya terbuat dari plastik), atau dalam bentuk fantastis yang mencerminkan isi dari ekiben tersebut.
Source : http://www.japanwelcomesyou.com/cssweb/display.cfm?sid=1291
No comments:
Post a Comment